Senin, 28 April 2008

Apakah suhu dan kelembaban memengaruhi kematian Lalat Buah (Bactrocera sp.)?


Siklus Hidup Lalat Buah

Telur à Larva (I,II,II) à pupa à Imago.

Untuk mendapatkan lalat buah:

Kumpulkan buah yang busuk (terinvasi lalat buah), biasanya ditandai dengan lubang-lubang atau bagian daging yang lebih lunak daropada bagian daging lainnya. Biarkan terus hingga membusuk diatas pasir, jangan lupa tutup seluruh bagian buah dan pasir dengan kain tile. Hal itu dilakukan agar larva-larva lucu tidak melompat keluar tempat buah dan media pasir. Tunggu s.d. 2 minggu, koleksi larva yang sudah pintar melompat (artinya dia sudah cukup kenyang dan pengen keluar dari buah ke pasir buat pupasi). Taruh pupa dipasir, beri kandang. Tunggu proses metamorfosis berlangsung s.d. 10 hari. Keluarlah lalat buah yang cantik, dengan baju loreng kuning-hitam mirip lebah.

Untuk mendapatkan telur:

Kumpulkan para lalat dewasa (umur 10 hari setelah menetas) dalam satu kandang. Komposisinya harus lebih banyak jantan, biar betina nya milih, lalat jantan mana yang paling ganteg, yang paling cocok membuahinya. (hahahahahaha... becanda.. J emang ada Female choice nya). Tunggu mereka kawin, peaknya jam 17.30 s.d. 19.00 (based on literature)

Naaaaah...... tahap selanjutnya, aku belom gimana. Menurut literatur siy mereka bisa kawin, walopun jarang. Tapi lalatku yang tersayang ini belom mau kawin juga.... hiks L

Yang ada, mereka tiap hari mati, dan mati lagi.... aku bingung, dikasi makan udah, minum udah, ditungguin, sok pasti.... matinya sama, pasti badannya terbalik (bagian dorsal di dasar kandang).

Yang bikin penasaran, apakah suhu dan kelembaban nya ngaruh? Selama ini aku ngukur suhu anta 26C-28C, kelembaban 70-80%. Search di internet gag dapet, mo download e-journal gag punya duit (biasanya mahal L siy...) ada yang tau gag...?

Sekarang ini, aku lagi bingung, ngadep pembimbing gak enaaakk banget. Bukan karena takut dimarahin, tapi aku nyadar udah ngecewain beliau. Hiks L

Kayanya siy penelitian ini bakal aku ulang, tap aku lagi nunggu waktu yang pas aja, mungkin setelah UAS. Oh, pebmbingku, maafkan akuuuu......

1 komentar:

Unknown mengatakan...

hehehe,

Sing sabar ttg Lalatnya

Allah kasih cobaan juga ada takarannya ko

Keep on Tryin, Right, Keep the Spirit

Take care