Alhamdulillah, telah lahir putra pertama kami dengan sehat dan insya Allah tidak kurang satu apapun juga pada hari Selasa, 26 Juni 2012 pukul 23.47 yang diberi nama Malik Jihady Alkindi. Proses kelahiran secara Sectio Caesaria; berat lahir 3160 gram; panjang badan lahir 49 cm.
Kami yang berbahagia, bunda Gilang dan ayah Dimas.
Bukaan 1
Hari Sabtu, 23 Juni 2012 seperti biasa saya senam hamil dan kontrol mingguan kehamilan. Saat itu, kehamilan saya sudah hampir 40 minggu; dengan presentasi posisi kepala bayi sudah masuk panggul, Berat badan bayi cukup, umur kehamilan sangat cukup tapi tanpa disertai kontraksi yang berarti. Waktu senam hamil, instrukturnya bilang gini: "Bu, ini kepalanya sudah di bawah banget, kemungkinan minggu ini lahir lho.". Saya mengamini dalam hati, soalnya dari umur kehamilan 34 minggu udah sering banget ngerasain kontraksi yang ternyata hanya 'alarm' palsu saja.
Waktu kontrol ke Obsgyn-nya, sang dokter penasaran kok saya ini hamil tua tapi masih anteng-anteng aja. Dilakukanlah pemeriksaan dalam (PD atau VT) yang gak nyaman banget, tapi demi dijun dijabanin deh, huhu.. Dan ternyata jalan lahir sudah ada bukaan 1 cuma gak berasa aja sama saya. Akhirnya saya pulang dengan penuh syukur dan tekad meningkatkan intensitas jalan kaki, jongkok berdiri, dan goyang inul supaya terjadi bukaan lengkap. Sebelum pulang, saya dan suami jalan-jalan dulu ke BIP. Kok rasanya gak nyaman banget ya setelah di-PD.Ternyata setelah saya cek ke toilet, ada lendir darah yang sudah lumayan banyak. Agak panik sih, tapi karena belom ada kontraksi kencang dan rutin saya masih jalan aja di Gramedia Merdeka (dasar hobi jalan...).
Setelah diskusi sama suami, akhirnya saya ikut pulang dan nginep di mertua biar ada yang jagain selalu. Suami juga udah ngambil cuti 10 hari. Sampai di pondok mertua indah, mamer malah kaget dan panik, udah keluar lendir darah kok malah pulang dan bukannya ke rumah sakit. Jadilah saya diantar ke RS dan langsung PD lagi di ruang observasi kamar bersalin yang ternyata masih bukaan 1+kontraksi ringan. Disuruh pulang lagi deh.
Bukaan 2-3
Sejak hari itu, pagi-siang-sore-malam saya selalu merasakan kontraksi ringan-sedang-berat-sedang-hilang yang saya duga masih kontraksi palsu. Selasa, 26 Juni 2012 pagi saya kontrol lagi ke obsgyn, masih bukaan 1-2. Dokter langsung men-stripping saya (cek di google kalo mau tau itu apa) yang akhirnya kontraksi makin intens tapi belum kencang. Bukaan sudah mencapai 2-3.
Keputusan Induksi
Karena sudah masuk 40 minggu, dokter menyarankan induksi, untuk mempercepat membukanya jalan lahir. Setahu saya induksi itu banyak risiko dan lain-lainnya, tapi keluarga malah sangat setuju untuk induksi. Yowislah, dilakukan induksi itu mulai pukul 13.00 siang sampai hampir 23.00. Mulesnya luar biasa dan gak boleh ngejan dulu! Masya Allah, rasanya kayak ada pup sebesar gunung udah di ujung tapi belom nemu WC (agak ekstrim dan lebay analoginya, tapi begitulah rasanya).
Ketika Memilih SC
Hasil induksinya adalah: GAGAL alias tidak terjadi bukaan tambahan! Wakwaw! Kontraksi sudah rutin dan makin lama makin lama dan intens, ditambah ketuban saya jadi rembes. Di saat galau itulah saya malah nangis di ruangan karena capek dan perasaan down langsung menghinggapi. Hancurlah semua ilmu dan bacaan tentang melahirkan secara alami yang saya pelajari selama hamil.Pingin rassanya saya kabur ke Bali ketemu ibu bidan Robin Lim, atau ke Klaten menemui ibu bidan Yesie untuk lahiran secara alami.
Obsgyn menawarkan opsi induksi lanjutan atau SC. Berhubung ketuban sudah rembes risiko stress dan gawat janin meningkat jika induksi kedua dilanjutkan. Akhirnya, hasil rembugan saya dan suami adalah: operasi sesar (SC) mengingat saya juga sudah gak ada tenaga untuk induksi 10 jam lagi, apalagi untuk mengejan.
FYI, SC itu gak dibius total tapi hanya lokal dari panggul ke bawah. Akan tetapi saking stress dan tegangnya saya, bagian atas tubuh malah tremor dan akhirnya dikasih obat penenang dan tidur. Zzzz...
Inisiasi Menyusui Dini
Ketika terbangun, Malik udah mau dikasih ke saya untuk Inisiasi menyusui dini (IMD). Subhanallah, terbayar semua kesakitan, kesedihan, dan ketegangan selama hari itu. Walau saya masih super ngantuk tapi Malik berhasil IMD! Alhamdulillah ya Allah.
Semoga Malik menjadi anak Soleh, Pandai, Cerdas, Berakal, Beramal, serta sukses di Dunia dan Akhirat. Amiin Ya Rabb.

4 komentar:
selamat ya bu
wah selamat ya Teh
Selamat ya bunda.. semoga menjadi anak sehat yg berbakti!
selamt ya bundaa
Posting Komentar