Minggu, 29 Mei 2011

me vs. sariawan!

sariawan itu sakit sodara-sodara. meski tergolong penyakit 'gampangan' tetep aja sariawan ini menyiksa, terutama bagi saya yang hobinya makan dan ngemil.
 
hampir semua orang mengasosiasikan sariawan ini dengan kekurangan asupan vitamin C. oooo, belum tentu. barusan saya baca artikel, kalo sariawan tidak selalu korelasinya dengan avitaminosis. sariawan juga bisa disebabkan faktor lain, misalnya: psikologi (emosional dan stress), gangguan hormonal, luka fisik di daerah mulut, atau menurunnya kekebalan tubuh. referensi dari sini. bahkan, teman saya ada yang bilang kelebihan vitamin C juga bisa menyebabkan sariawan (kesahihannya masih dipertanyakan).

sariawan yang saya alami sekarang, dimulai dari kedudulan 10 hari yang lalu. saya ngantuk berat, dan menggosok gigi dengan setengah sadar. dan yang terjadi adalah: saya menggosok gusi (bukan gigi) gak dengan bulu sikatnya, tapi dengan kepala sikatnya. wew! sontak saya melek. tapi terlambat, gusi saya sudah ngilu huhuhuu.

hari-hari setelah insiden menggosok gusi dengan kepala sikat gigi itu, saya lalui dengan penderitaan (lebay!). ditambah lagi dengan kelakuan saya yang sok-sok kuat seperti xena the warrior princess, dengan sengaja memainkan si sariawan dengan ujung lidah! lalu saya makan pempek dengan cuko pedas, dan minum lime juice dengan harapan si sariawan membaik dengan asupan asam sitrat tinggi. yang ada, sariawannya tambah melebar (dudul #2)

karena si sariawan semakin melebar (dan tidak juga saya obati) saya sok-sok mengatur cara mengunyah saya dengan sangat hati-hati. saya menggunakan gerakan gigi yang tidak biasa supaya si makanan gak kena gusi yang sedang sariawan. yang terjadi malahan, sariawannya bertambah 2 karena bibir bagian dalamnya tergigit (dudul #3)

albothyl yang perih itu, larutan penyegar, liang tea, semua sudah saya coba. dan hasilnya..wakwaw! arrgh, kombinasi dudul dan  kelabilan memang memberikan spot sempurna untuk si sariawan ini menempel pada rongga mulut saya! 
pergi kau sariawan!
akhirnya saya coba obat kumur dan telan enkasari, dan hasilnya lumayan ngefek. sariawannya masih gede tapi udah gak kerasa sakit sih. meski rasanya gak jelas dan membuat mulut saya beraroma nenek-nenek yang abis makan sirih. hihihihi.

sebentar lagi saya menang, hey sariawan! kameha mehaaaaaaa!
*the pic

Jumat, 20 Mei 2011

anak bawang

suatu hari, di sebuah komplek perumahan sekelompok anak kecil sedang asyiknya bermain bersama.
anak bawang


A: yang menang jadi kuuuuucing
B: yaaaah, aku jadi kucing *kecewa*
C: lah kok kamu B, yang jadi kucing, kamu kan anak bawang.
A+C+D+E: iya B, kamu kan anak bawang, habisnya kamu yang paling kecil.

Dan, hingga hampir 20 tahun berlalu, si B pun masih menjadi anak bawang di lingkungannya karena ia adalah manusia yang berumur paling muda.

~fin~
*gambar dari sini

Selasa, 10 Mei 2011

belajar untuk terus belajar

belajar itu kadang menimbulkan rasa tidak nyaman bagi seseorang yang melakukannya. harus diakui, pada awalnya belajar itu pasti dimulai dengan hal yang belum dikuasai. yaaa..kalo udah dikuasai dengan baik, buat apa belajar? *ngeles*
ada yang pertama kali pegang sepeda langsung bisa?
belajar itu butuh proses dan kesabaran. bahkan dalam belajar ngomong pun, seorang bayi memulainya dengan mangap-mangap doang sambil mengeluarkan suara kan? jarang sekali, bahkan belum pernah saya temui, ada orang yang pertama kalinya memegang sepeda langsung bisa mengendarainya dengan baik dan seimbang luar biasa.



belajar juga tidak terhenti ketika proses pendidikan formal berakhir. belajar itu berlangsung sepanjang hayat. tinggal, bagaimana seseorang menyikapi belajar itu, dalam hal ini adalah saya, untuk terus mau belajar.
ya! belajar untuk terus belajar.


fyi, saya ini pemalas. saya ini merasa diri saya pintar kali ya, makanya susah sekali membangkitkan hasrat untuk mempelajari sesuatu. saya ini sotoy, sok segala tahu, atau berlagak seperti saya ini tahu, padahal kagak. *mengurut dada*


mulai tanggal 6 mei 2011, saya mulai bekerja di kantor yang baru. posisi baru, bidang pekerjaan baru, teman-teman baru, dan boss baru tentunya. otomatis saya harus dapat beradaptasi sekaligus mempelajari hal-hal baru di kantor ini: culture-nya, product-nya, teman-temannya, bosnya, dan lain sebagainya. terutama belajar apa yang akan saya kerjakan sekarang dan nantinya di posisi ini.

yak, belajar ilmu baru yang benar-benar tidak relevan dengan bidang ilmu yang dulu saya pelajari selama 4,5  tahun di perguruan tinggi ini hampir membuat saya frustasi. setiap hari rasanya tangan saya tidak berhenti mengetikkan nada-nada berbau keluhan di plurk, bbm, sms. mulut saya pun tidak tinggal diam, setiap malam saya berkeluh kesah dan bercurhat-ria dengan si cami.

dalam hal adaptasi, saya rasa saya cukup dapat mengikuti culture yang ada dengan baik, kecuali di bidang pengetahuan dan skill tentunya. ini yang membuat seorang gilang kinasihan yang ceria dan periang serta merta menjadi gilang yang jaim dan pendiam. bukan, saya bukan sedang membangun pencitraan yang baik (karena saya bukan calon wakil rakyat) tapi karena... saya minder, brur! ilmu saya tidak setinggi teman-teman saya dalam bidang ini

ketika teman-teman sedang sibuk-sibuknya ini dan itu, regroup, meeting, saya masih saja menatap data-data dan dokumen yang saya kerjakan, kadang tanpa ada clue apakah yang harusnya saya lakukan. otak saya blank. istilah-istilah yang saya baca dan harus saya kerjakan sampai selesai itu nyaris menjadi sangat asing buat saya. saya merasa menjadi anak TK yang harus bisa mengerjakan pekerjaan anak SD. biasanya kalo sudah begini, saya menanyakan hal yang tidak saya mengerti sama senior saya, tapi ketika saya bertanya, dan beliau menjawab yang ada saya semakin bertambah pusing #ketawa miris.

yak, menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan baru memang bukan perkara gampang untuk beberapa orang, termasuk saya. saya cukup berlega hati karena bukan saya saja yang mengalami fase seperti itu, tapi juga dialami penulis terkenal seperti swistien dan temannya nidya.

fase ini akan segera berakhir, saya segera akan bisa mengikuti pelajaran untuk terus belajar hal dan bidang yang akan saya geluti dengan baik #katahatisaya

alhamdulillah, sampai detik terakhir saya mengetikkan kata terakhir ini, at least saya sedikit tahu mengenai ini, itu, yang ini, dan yang itu. semoga Allah meridhoi niat saya untuk terus belajar dan bekerja atas niat ibadah. dengan demikian, ilmu yang saya pelajari akan mudah terserap dan bermanfaat untuk saya dan juga orang lain. amiin, amiin, amiin, Allahumma amiin.

semangat!

Sabtu, 07 Mei 2011

another inspiring words from Mr. MT

Mario teguh dan Istri 

Hanya orang yang bergerak maju
mendekati impian, yang berkesempatan
untuk tersandung dan jatuh.

Orang yang duduk santai,
memang tidak akan tersandung,
tapi pasti tertinggal.

Tertinggal adalah istilah kita
untuk orang yang menua tanpa menjadi mampu.

Dia mungkin berusia 40 tahun,
tapi masih banyak alasan seperti masa remajanya,
dan menyalahkan orang lain atas kelemahan hidupnya.

20 tahun lagi, dia 60.

Mario Teguh

Jumat, 06 Mei 2011

*kenjen*


hi dear, how are u there? :p
lagi geje si saya ini hehehehehe.
*the picture