sariawan itu sakit sodara-sodara. meski tergolong penyakit 'gampangan' tetep aja sariawan ini menyiksa, terutama bagi saya yang hobinya makan dan ngemil.
hampir semua orang mengasosiasikan sariawan ini dengan kekurangan asupan vitamin C. oooo, belum tentu. barusan saya baca artikel, kalo sariawan tidak selalu korelasinya dengan avitaminosis. sariawan juga bisa disebabkan faktor lain, misalnya: psikologi (emosional dan stress), gangguan hormonal, luka fisik di daerah mulut, atau menurunnya kekebalan tubuh. referensi dari sini. bahkan, teman saya ada yang bilang kelebihan vitamin C juga bisa menyebabkan sariawan (kesahihannya masih dipertanyakan).
sariawan yang saya alami sekarang, dimulai dari kedudulan 10 hari yang lalu. saya ngantuk berat, dan menggosok gigi dengan setengah sadar. dan yang terjadi adalah: saya menggosok gusi (bukan gigi) gak dengan bulu sikatnya, tapi dengan kepala sikatnya. wew! sontak saya melek. tapi terlambat, gusi saya sudah ngilu huhuhuu.
hari-hari setelah insiden menggosok gusi dengan kepala sikat gigi itu, saya lalui dengan penderitaan (lebay!). ditambah lagi dengan kelakuan saya yang sok-sok kuat seperti xena the warrior princess, dengan sengaja memainkan si sariawan dengan ujung lidah! lalu saya makan pempek dengan cuko pedas, dan minum lime juice dengan harapan si sariawan membaik dengan asupan asam sitrat tinggi. yang ada, sariawannya tambah melebar (dudul #2)
karena si sariawan semakin melebar (dan tidak juga saya obati) saya sok-sok mengatur cara mengunyah saya dengan sangat hati-hati. saya menggunakan gerakan gigi yang tidak biasa supaya si makanan gak kena gusi yang sedang sariawan. yang terjadi malahan, sariawannya bertambah 2 karena bibir bagian dalamnya tergigit (dudul #3)
albothyl yang perih itu, larutan penyegar, liang tea, semua sudah saya coba. dan hasilnya..wakwaw! arrgh, kombinasi dudul dan kelabilan memang memberikan spot sempurna untuk si sariawan ini menempel pada rongga mulut saya!
![]() |
| pergi kau sariawan! |
akhirnya saya coba obat kumur dan telan enkasari, dan hasilnya lumayan ngefek. sariawannya masih gede tapi udah gak kerasa sakit sih. meski rasanya gak jelas dan membuat mulut saya beraroma nenek-nenek yang abis makan sirih. hihihihi.
sebentar lagi saya menang, hey sariawan! kameha mehaaaaaaa!
*the pic




