Minggu, 09 Desember 2007

dumb, dumber, and dumbest

Lagi-lagi, aku merasa jadi cewek ternaif di dunia. Aku memikirkan orang yang sama sekali gak peduli akan diriku, bodoh bukan? Aku selalu berusaha buat jadi perempuan yang baik di matanya, menerima apa adanya, mencurahkan segala perhatian, kekhawatiran, dan perasaan. Mungkin juga aku ini lebih dari sekedar bodoh, tapi juga buta. Berulang tersakiti, baik langsung ato ga, sengaja ato ga, mengalami banyak penolakan. Tetapi selalu tertutupi mata pikiran dan logika oleh perasaan itu. Dan selalu balik lagi ke dia, memikirkannya, mengkhawatirkannya, menyayanginya.

Aku lelah, tapi aku sendiri gag tau kenapa tidak segera menyudahi segala ‘kebodohan’ ini. As he said: “aku gak cocok ama kamu dan aku gak baik buat kamu”. Bukti autentik masih tersimpan apik di kotak masukku, untuk sekedar referensi, betapa bodohnya aku ini. Aku tersentak, diam, menahan bulir panas mengalir keluar dari mata yang mulai terbuka.

Aku sendiri masih gak ngerti, sekeras mungkin aku berjuang, semakin sulit jalan membentang. Sebenarnya aku ga mau menyerah begitu aja, dari jaman dulu pun begitu. Aku bukan tipikal cewek tolol yang lain, egois dan menyudahi sesuatu begitu saja ketika halangan dan rintangan datang. Aku memang tolol, tapi aku bukan kelompok mereka.

Semoga ketololanku ini menghasilkan sesuatu yang berguna bagiku kelak. Semoga ketololanku ini tidak berahir dengan hal yang tolol juga. Semoga Gilang Kinasihan semakin though dalam menghadapi kerasnya kehidupan dan orang2 di dalamnya.

Yah, aku masih disini, menjalani puing hati yang luka dengan sebaik-baiknya. Masih menanti datangnya sinar matahari yang hangat, angin yang berhembus lembut, dan aliran air tenang mendinginkan. Dan biarkan waktu membantu menyembuhkan lukaku.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Nice Writing
And
A Sad Story

What a Combination

Gilang Kinasihan mengatakan...

hhe...

I'll have a happy-ending-sad-story...

promise...!

i'll never give up 2 fight 4 it...