Jumat, 13 Juni 2008

Makhluk Cahaya


Percaya gak kalo kemaren waktu aku sakit, hampir tiap malem hari ada yang 'nemenin', tapi bukan manusia... Bukan aku sok bisa ghoib, tapi biasanya aku bukanlah orang yang peka terhadap hal yang kayak gitu. Salah satunya cerita ini nih, dan catet ya, aku gak ngarang cerita ini. Ini real story of me, hari Jumat tanggal 6 Juni 2008 ekitar pukul 17.00 WIB.
Bahkan waktu panas tubuh aku 39,5C-40C aku didampingi makhluk yang gak bisa aku liat rupanya. Tapi aku ngerasa banget kalo dia ada di belakangku, ngusep-ngusep pelan kepala ampe punggung aku. Pelan banget, lembut, ambil ngebimbing aku bilang "Laa illaha ilallah" berulang-ulang.
Nah, sambil ngelafadzkan asma pengakuan tiada Tuhan selain Allah itu, aku dibawa terbang... Iya terbang ke atas, masa ke bawah. Terbangnya kerasa 'aku' ringan banget. Setiap aku dan 'makhluk cahaya' itu bersama-sama melafadzkan 'Laa illaha ilallah' (dan dia masih ngusep-ngusep kepala aku) makin tinggi pula aku terbang. Aku gak tau aku diajak kemana oleh 'makhluk cahaya' itu, tapi kalo aku liat ke bawah, aku semakin jauh ninggalin tubuhku.
Semakin aku terbang dengan lafadz 'Laa illaha ilallah' ternyata aku menuju satu tempat yang nampaknya masih jauh diatas, satu tempat yang gak bisa diliat begitu aja. Satu tempat yang terang benderang, sampai saat itu mataku perih waktu berusaha mengintip tempat terang yang maih jauh itu. Masih jauh, tapi udah bikin mata silau luar biasa.
Pelan-pelan terdengar adzan... "Allahu Akbar, Allahu Akbar" dan aku pun berhenti melafadzkan 'La illaha ilallah' untuk menjawab adzan tersebut. Tiba-tiba aku jatuh, dan aku di tempat tidurpun bangun sambil tersentak. Aku pun membuka mata dengan jantung berdebar-debar. Mataku masih perih banget, dan mengeluarkan air mata banyak. Aku istighfar berulang-ulang, sambil tetap menjawab adzan. Ternyata sudah masuk waktu maghrib.
Makhluk cahaya itu sudah tak ada di belakangku. Gak ada yang mengusap kepalaku. Kali ini aku mengeluarkan air mata kembali, menangis dan memanggil mama. Aku ceritakan pengalaman ku terbang ke arah cahaya terang kepada mama. Dan mama hanya terdiam sambil istighfar. Aku bilang pada mama, aku belum siap untuk pergi ninggalin ragaku dengan penuh dosa. Aku bilang belum mandi besar karena sakit, belum suci untuk sholat. Mama pun segera wudhu, sholat, berdoa, kemudian melantunkan asmaul husna di telingaku.
Mama mengambil termometer, mengukur suhu tubuhku, 39,8C. Aku pun disuapi makan, minum obat, dan ditungguinya sampai papap datang dari Jakarta.
Entah apa yang terjadi kalo gak ada adzan itu, entah aku udah dimana kalo aku gak menjawab adzan maghrib itu. Semua ada waktunya, kan. Mungkin malam itu bukan waktuku untuk melakukan perjalanan terbang sesungguhnya dengan sang makhuk cahaya.
Dan siapakah makhluk cahaya itu? Allahu alam Laa haula wala quwwata illa billah

Rabu, 11 Juni 2008

Kegiatan Selama Tifus

Kegiatan yang (seharusnya) dilakukan orang Tifus:
Terinpirasi pengalaman pribadi tifus 2 minggu, heheuheuheuehuehe...
1. Istirahat. Menurut temen gue, si Ui yang sakit tipes juga,
urang tipes teh kudu loba sare jeung cicing, tong loba gibrig. Sare na oge nangkarak, meh usus teu gerak.
Kalo diartikan kurang lebih: ” orang tipes harus banyak tidur dan diam, jangan banyak gerak. Tidurnya juga harus dengan posisi kaki ngangkat dan menahan badan, biar usus gak gerak”.
2. Minum yang banyak. Ini penting, soalnya malem dan sore biasanya penderita tipes tinggi sekali (gue nyampe 40C). Minum air putih bisa ngebantu nurunin suhu tubuh, ama detoksifikasi alami. Dan kalo dokter2 ngasih obat penurun panas pun, bakal ngures keringet. Makanya, minum air putih 8 gelas wajib hukumnya.
3. Makan sedikit tapi sering. Penderita tipes lidahnta pait dan gak enak makan. Api tetep paksain makan, biar sedikit tapi sejam sekali lah ada asupan. Pesen emak gue: ”Biar cepet sembuh mamam yang banyak”.
4. Berdoa. Ini penting neh, selaen minta cepet sembuh, juga mminta dijauhkan dari godaan makhluk halus yang jail. Apalagi untuk orang-orang yang lebih peka. Maksud gue, duh rada ghoib juga siy, tipes tuh kan puncak sakitnya tuh kalo ga tengah malem yah dini hari. Hhe, pengalaman gue, suka ada ”makhluk halus” yang gangguin ato malah nemenin ampe adzan shubuh tiba. Istilah orang sunda sih ”eureup-eureup”. Gue, ampir tiap malem selama gue lagi panas-panasnya suhu badan sih gitu terus. Horor juga, tapi ya, takut kan harus selalu ama Allah ya.

Sabtu, 31 Mei 2008

Gita Gutawa ft Dafi 2 hati menjadi 1

Nanananananana (2x)

Sejak melihatmu, ku jatuh hati padamu,
Saat mengenalmu, semakin ku inginkan mu,
Maukah engkau,menemani aku....

Hari ku indah... Dua hati kan bersatu,
Hari ku indah... Dua langkah menjadi satu...
ANDAI AKU DAN KAMU BERSAMA SELALU

Nanananananananana (2x)

Saat kau mengataku,
Aku jadi salah tingkah,
Kau genggam tanganku
Berdebar-debar jantungku,
Maukah engkau, menemani aku...

Hari ku indah... Dua hati kan bersatu,
Hari ku indah... Dua langkah menjadi satu...
ANDAI AKU DAN KAMU BERSAMA SELALU

Nanananananana..
Dan bila kau tak ada,mengapaku memikirkanmu,
Apakah engkau juga, memikirkan aku....

Hari ku indah... Dua hati kan bersatu,
Hari ku indah... Dua langkah menjadi satu...
ANDAI AKU DAN KAMU BERSAMA SELALU
Nananananananannanana

download

Sadis punya Afgan

terlalu sadis caramu
menjadikan diriku
pelampiasan cintamu
agar dia kembali padamu
tanpa perduli sakitnya aku

tega nian nya caramu
menyingkirkan diriku
dari percintaan ini
agar dia kembali padamu
tanpa perduli sakitnya aku

semoga Tuhan membalas semua yang terjadi
kepadaku suatu saat nanti
hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
hanya aku tempatmu kembali
sebagai cintamu

hanya aku tempat mu kembali

semoga Tuhan membalas semua yang terjadi
kepadaku suatu saat nanti
hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
hanya aku tempatmu kembali
sebagai cintamu

hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya
hanya aku ooo...
sebagai cintamu

download lagu
Afgan , Sadis




Rabu, 28 Mei 2008

Hidup Sehat Mudah, Murah, dan Meriah.

Kesehatan sudah menjadi barang mahal pada zaman ini. Pernyataan tersebut memang tidak salah, apalagi dengan maraknya "tren penyakit orang kaya" seperti jantung koroner, kolesterol, Diabetes, dan lain-lain.

Kenapa "orang kaya"
Saya tidak bermaksud mendiskreditkan golongan ini, akan tetapi, saya terinspirasi dari suatu tulisan (ato buku, saya lupa) yang kutipannya masih melekat sampai saat ini: 'Orang miskin dilarang sakit'. Karena, umumnya penyebab penyakit-penyakit ini adalah terdapat asupan gizi yang berlebihan, baik itu gula, lemak, kolesterol, dan lain sebagainya. Dan kenapa orang kaya? Karena yang biasanya dapat hidup berlebih itu kan orang yang lebih dari orang lain juga, yaa... orang kaya. *Hehehehehe....*

Kenapa mesti mahal?
Fasilitas hidup di zaman yang serba susah (untuk golongan menengah ke bawah) dan serba mudah (untuk golongan menengah ke atas) pasti sudah lengkap, spesial, komplit, plus istimewa. Semakin mudah suatu urusan, maka semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan. Misal, asupan khusus, buah teknologipaling wahid; program kebugaran khusus; sampai terapi yang bervariasi dari A sampai Z.

Ada yang Murah.
Memang ada. Kuncinya adalah tekad bulad, disiplin diri, dan mensyukuuri Nikmat dari Maha Pencipta manusia.
1. Tekad Bulad. Iya, harus bulad,jangan sampai menyon. Ini penting, menyangkut prinsip hidup sehat. Kalo mau murah ya harus berusaha.
2. Disiplin diri. Kalo gak mau disiplin diri sendiri, maka harus minta bantuan atau jasa dari orang lain ya gak jadi murah duooong!
3. Mensyukuri Nikmat, ini yang paling penting...ting...ting...NikmatNya yaitu:
>Ada nikmat air bening (kalo putih susu namanya) yang bisa menyegarkan tenggorokan sekaligus detoksifikasi alami. Jangan lupa baca dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, minimal 8 gelas sehari ^^
>Nikmat pagi hari. Bangun sebelum jam 9 pagi, jalan pagi, lari pagi, atau beres-beres di pagi hari. Lakukan hal ini dibawah hangatnya mentari pagi dan pujilah Tuhan kita Yang Maha Suci.
>Berbagi Nikmat Lidah. Bisa makan enak, makan secukupnya aja bersyukur dengan menyebut segala puji hanya untuk NYA dan berbagi dengan orang lain. Jangan mau enak sendiri, tuh,kan jadi lemak-lemak dan gulanya numpuk deh..
>Berpikiran Positif dan terus Bersyukur.

*Semoga bermanfaat*