Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 April 2014

saya ingin emak naik haji

"Ya Allah, panggillah nama ibundaku fulan binti fulanah untuk datang ke rumahMu. Cukupkanlah rejekinya untuk memenuhi panggilanMu. Ridhoi beliau untuk menunaikan rukun islam yang ke-5."

"Amiin, Ya Allah kabulkanlah.."

Hari ini saya kembali ke Bandung untuk menjenguk emak. Dan pemandangan yang sudah biasa jika di hari libur ini, kami bukannya berleha-leha tapi justru bekerja. Emak sibuk menyiapkan bumbu yang akan diramu untuk jualan esok hari. Ya, minggu merupakan kesempatan emas emak untuk mengais rezeki. Rezeki dari orang-orang yang berlibur dan bersantai bersama keluarga di daerah Dago.

Belakangan ini, emak mengeluh sakit tangan, sakit kaki, sakit kepala, maag kambuh. Subhanallah, saya menduga emak kelelahan. Ditambah gejala psikosomatis karena masih belum move on sepeninggal almarhum abah.

Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu jika kita berkegiatan. Adzan magrib sudah tayang di televisi. Remuk redam badan karena lelah bekerja tidak berasa tatkala jagoan kecil saya menarik sajadah dan sarung, minta dipakaikan.
"Bungbung, inih.."katanya. "Iya, malik mau solat ya?" Sahut saya.

Emak duduk menyandar di sofa. Dari sudut mata saya perhatikan, ia tersenyum simpul menonton aksi cucunya.
"Awooooh..." kata malik, yang kira-kira artinya Allahu Akbar. Disambung langsung dengan gerakan takbiratulikram dan kemudian sujud.

"Oa..bungbung" sambil mengangkat kedua tangannya kedepan wajah.

Lalu doanya saya yang dubbing.

"Ya Allah, jadikanlah Malik anak yang soleh, pintar, selalu diberikan kesehatan, serta hidup berkecukupan tanpa kurang satu apapun."

"Aaamiiinggg" sahut malik sembari mengusapkan kedua tangannya ke wajah. Lalu ia kembali menengadahkan tangannya.

"Ya Allah, semoga nenek bisa naik haji"

"Aamiiing"

Pikiran saya melayang kembali ke awal tahun 2011. Dimana abah baru pensiun. Setelah cair tabungan pensiun abah, emak semangat mau umroh. Haji kecil. Kata emak kalo haji yang berangkat cuma 1 orang aja kalo uang segitu. Emak pengen berangkat sama abah. Lagipula nunggu kuotanya lama.takut ga ada umur.
Qadarullah, pertengahan tahun ada yang melamar saya. Abah gak mau ngutang untuk biaya pernikahan. Cukuplah pernikahan sederhana yang bisa di-cover oleh tabungan pensiun abah.

Emak dan abah gak jadi berangkat umroh. Dan qadarullah, hingga abah meninggal september 2013 belum juga datang kesempatan untuk berhaji atau umroh.

Sedikit banyak saya merasa bersalah..semoga Allah mengabulkan keinginan saya agar emak kelak bisa berhaji. Semoga Allah membukakan pintu rejeki halal darimana saja untuk emak saya. Semoga Allah mengizinkan. Insya Allah.

Selasa, 11 Oktober 2011

Alhamdulillah, Sah!

mungkin ini ya, yang disebut dengan rahasia Allah

Alhamdulillah, kami sah sebagai suami dan istri..

Ya Allah berikanlah barokah kepada keluarga baru kami.. ‎
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ
suami istri paling unyu sedunia (udiiin kali ah :p)

(Gilang dan Dimas, 25 September 2011)

Eniwei, terima kasih adekku ary (http://aridudul.blogspot.com) yang udah posting duluan.. Cepet nyusul ya dek ;)
kemaren2 saya sibuk di http://mydiary.weddingku.com/gilanganddimas
Jadi gak sempet update blog yang ini..

Terima kasih juga 2 sahabat blogger saya:
ajeng sang pemilik http://ajengsekar.blogspot.com
serta jimmon si empunya http://jimmylucu.blogspot.com yang sudi mampir ke walimahan saya ;D

Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Terima kasih ya اللّهُ atas segala berkah dan rejeki, doa, suami yang baik hati serta keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung baik secara moril dan materil..

Saya bahagia tiada terkira ;D

Senin, 10 Januari 2011

Berikan Saya Rahim Sekali Lagi

Kebayang gak apa yang akan terjadi sama seorang wanita kalo dia terpaksa kehilangan rahimnya?Kisah ini benar-benar menginspirasi sekaligus memotivasi diri saya. Hidup itu memang rangkaian masalah, yang harus diperjuangkan *nangis terharu di pojokan*.


Kenyataan pahit ini adalah kisah nyata saya sendiri. Dokter ahli kandungan terpaksa mengangkat rahimku karena telah bersarang myoma yang cukup akut. Seketika itu juga saya merasa limbung dan dunia akan runtuh. Saya tidak sanggup membayangkan harus kehilangan mahkotaku di umur 29 tahun ini.

Sampai suatu hari, Allah Swt. membuatku sadar dengan musibah tsunami di Aceh pada Desember 2004. Saya sangat syok ketika kapal dengan berat ribuan ton bisa sampai tersapu dari lautan ke tengah kota, dan begitu banyak korban yang jatuh akibat besarnya gempa dan tsunami waktu itu. Allahu Akbar! Allahu 'ala kulli syai'in qodiir! Sejak kejadian itu, saya berpikir, mengapa harus takut kehilangan rahim, sedangkan rahim itu juga kepunyaan dan ciptaan Allah Swt.?

Jika pengangkatan rahimku memang sudah menjadi ketentuan-Nya, saya pun ikhlas menjalaninya. Akhirnya di awal 2005, saya menjalani operasi pengangkatan rahim dengan kemantapan hati. Sebelumnya, saya menyelesaikan semua pekerjaan saya dengan baik karena siapa yang tahu umur saya sampai dimana? Setidaknya jika saya harus mati ketika operasi, saya telah memenuhi segala tanggung jawab saya dengan baik.

Tanpa disadari, sebulan setelah operasi saya menjalani kehidupan dengan penuh kepasrahan. Sejak saat itu, saya tidak lagi mengalami menstruasi. Saya benar-benar kehilangan harapan untuk memberikan adik perempuan kepada anak semata wayangku.

Tak bisa dipungkiri, kehilangan rahim membuat saya merasa sangat tidak berarti di depan suami saya. Ketika kakak lelaki atau kerabat-kerabat saya bertanya tentang kemungkinan untuk memiliki anak lagi, saya merasa sangat terpukul, tapi saya tetap percaya Allah bisa.

Setiap selesai salat, dalam doa saya bermunajat "Ya Rabb, tidak ada yang tidak bisa Kau lakukan untuk menyempurnakan kembali kekurangan fisikku. Amin." Saya berdoa sambil membayangkan tayangan televisi tentang tsunami Aceh, dan sangat mudah bagi-Nya untuk mengembalikan kondisi Aceh seperti sedia kala, jika Ia berkehendak.

Dua bulan kemudian, keajaiban pun terjadi. Subhanallah, saya menstruasi! Saya segera menemui dokter kandungan. Menurut dokter karena rahimku telah diangkat tidak mungkin itu merupakan darah menstruasi dan saya tetap tidak mungkin untuk hamil. Saya pulang dengan sangat bersyukur atas karunia yang Allah berikan. Saya terus berucap "Wallahu'ala kulli syai'in Qadir."

Saya menjalani hari-hari dengan penuh kesyukuran, sampai suatu hari haid saya terhenti. Saya merasa sedih dan bertanya-tanya, apakah sudah waktunya saya tidak seperti wanita kebanyakan? Saya kembali memeriksakan diri ke dokter, dan kamu tahu pembaca? Air mata saya berlinang ketika dokter mendiagnosis saya positif hamil!Subhanallah. Dari hasil tes urin dan USG menunjukkan saya sempurna lagi tanpa adanya tanda-tanda pernah mengalami penyakit. Allahu Akbar. Ya Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Mu.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah

kisah dari ESK- Indonesia


Sumber Majalah UMMI, disarikan dari sini
gambar dari sini



Kamis, 23 Desember 2010

tiga windu

Alhamdulillahirobbilalamiin

terima kasih Tuhan, genap 3 windu 9 bulan 10 hari sudah saya diberikan cinta, kasih sayang, rahmat, berkah dan karunia-Mu yang tak terhingga banyaknya.

terima kasih Tuhan, Engkau titipkan saya di tengah-tengah keluarga, sahabat, dan teman-teman yang senantiasa mendukung dan mendoakan saya tanpa putus.

terima kasih Tuhan, kabulkanlah doa saya dan mereka, Tuhan. bimbinglah kami tetap di jalanMu, jalan yang Engkau berkahi dan ridhoi.

terima kasih untuk nikmat yang tiada tara ini Tuhan.. terima kasih sudah mengajari saya untuk tegar, terima kasih untuk mengajari saya untuk tetap yakin semua indah pada waktunya, dan terima kasih telah menyadarkan saya atas nikmat dan karunia yang saya miliki saat ini..

terima kasih Tuhan
saya sungguh bahagia tanpa syarat

selamat ilang tahun, gilang!

Minggu, 14 November 2010

Sugesti ala Quantum Ikhlas

Bismillah hirrahman nirrahim.

Dengan Izin dan Pertolongan Alloh, aku yakin aku bisa meraih apapun yang aku inginkan.
Aku izinkan diriku untuk:
  1. berhasil dan
  2. berubah ke arah yang positif.
Aku izinkan nasibku untuk:
  • terus membaik.

Saat ini dan selamanya aku selalu mengizinkan semua yang aku inginkan untuk hadir di dalam hidupku dengan mudah dan menyenangkan. Terima kasih ya Alloh.



Rasanya lebih enak, bahagia, dan plong ya, kalau:
• bantuin bayar cicilan kredit orang tua saya bisa lancar dibayar tiap bulan
• tabungan saya di bank ada Rp 500 juta.
• penghasilan saya selalu lebih besar dari pengeluaran saya
• mempunyai beberapa sumber aliran rezeki yang lancar
• bisnis keluarga saya menghasilkan uang
• uang mengalir deras terus ke rekening bank saya
• mampu mengelola uang atau rizki dengan baik
• mendapatkan proyek sampingan yang halal
• badan sehat, segar dan bugar
• memiliki otak pintar, cerdik
• memiliki IQ,EQ dan SQ yang tinggi
• memiliki daya ingat yang baik
• punya hati yang selalu ikhlas
• punya hati yang bening
• hati ini sehat (qolbun saliim)
• percaya diri
• bisa bicara dengan baik dan berkharisma di depan umum
• menikah dengan orang yang menyayangi, menerima segala kekurangan dan kelebihan saya dan keluarga saya tahun 2011.
• bisa berangkat umroh sekeluarga dua tahun lagi, naik haji 5 tahun lagi
• bisa shalat tahajud tiap malam dengan khusyu
• setiap sholat wajib dan sunat bisa dilakukan dengan khusyu
• bisa ikut pelatihan Quantum Ikhlas dan ESQ 165
• punya notebook baru yang canggih, rumah, dan mobil sendiri.
• punya anak-anak yang baik hati, berakhlak mulia, cerdas, disiplin, ramah, pandai bergaul, gigih, berani, sholeh/sholeha.
• bisa menemukan bakat sendiri
• bakat anak-anak sudah bisa ditemukan dan diarahkan
• bisa keliling dunia melihat keanekaragaman ciptaan Allah
• dapat membagiakan orang tua
• membahagiakan suami dan anak-anak
• bisa bermanfaat banyak bagi orang lain
• bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia
• mengenal Allah lebih baik lagi
• puasa Senin Kamis
• dapat menolong anak-anak yatim
• mampu memberi beasiswa kepada anak-anak tidak mampu tetapi berprestasi
• mampu membeli 4 ekor domba untuk qurban tahun depan
• selalu berada dalam pergaulan dan lingkungan yang baik





Dengan PertolonganMu Ya Alloh Aku ikhlas menerimanya......
Dengan PertolonganMu Ya Alloh Aku ikhlas menerimanya......
Dengan PertolonganMu Ya Alloh Aku ikhlas menerimanya......

Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina aza bannar.

Amin ya Robbal alamin





Format doa diambil dari http://caraikhlas.blogspot.com/2008/11/contoh-format-doa-quantum-ikhlas-versi.html

Sabtu, 13 November 2010

Teh Titi


Teh Titi namanya. Beliau adalah salah satu pahlawan dalam hidup saya, selain Emak dan Abah tentunya. Umurnya sekitar 20 akhir waktu saya kelas 3 SD.

Teh Titi mengontrak rumah sederhana di sebelah rumah Emak dan Abah, yang dulu juga masih ngontrak. Waktu itu Teh Titi dan suaminya, Pak Abed, adalah pasangan pengantin baru yang terbilang tidak muda lagi.

Teh Titi ini kayak bidadari dari surga, baik bener orangnya. Teh Titi juga pinter masak,kalo tiap masak pasti dibagikan sama tetangga sebelahnya (baca: saya ).

Di sekitar kontrakan rumah itu, mesjid masih jarang, gak seperti sekarang, hampir tiap blok punya mesjid sendiri. Udah gitu, kegiatan di mesjid kayak TPA (Taman Pendidikan AlQur'an) juga nihil. Jadinya, banyak anak kecil macem saya dijamin gelagapan kalo ketemu tulisan arab.

Suatu hari, teh Titi sedang baca Al-Qur'an, tiba-tiba ada anak perempuan tengil berseragam SD minta minum ke rumahnya, karena di rumahnya lagi gak ada orang, dengan keadaan pintu dikunci.

Ya! si tengil itu adalah saya, dengan penyakit menahun: LUPA BAWA KUNCI RUMAH. Setelah segar dikasi air minum plus plus (plus kue-kue, plus makan siang, dan plus C*ca C*la), si bocah tengil leyeh-leyeh di depan TVnya Teh Titi. Teh Titi menyodorkan satu Qur'an lagi untuk dibaca bergantian, saya satu ayat, teh Titi lanjut satu ayat. dan yang terjadi adalah.. SAYA BLANK! DOEEENG

Teh Titi nanya: "Gilang, gak bisa baca Qur'an ya? udah iqra berapa"
Saia: "Iqra 15. " ucap saya ngasal.
Teh Titi: "Gimana kalo mulai minggu depan Gilang belajar Iqra disini, ajak temen-temen yang lain ya!"

Dan mulai sejak itu, saya ngumpulin temen-temen sepermainan, untuk ngaji di Teh Titi.

Hari #1: Murid teh Titi cuma ada 4 orang: Saya, adik saya, Ayu, dan Neli. Saya lebih tua 1 taun dari Ayu, dan Adik saya seumuran Neli yang waktu itu masih TK. Kami ngaji ba'da magrib sampai azan Isya, dilanjutkan dengan sholat Isya berjamaah bareng Pak Abed.

Semakin hari, murid Teh Titi makin banyak.yang datang pun ga sekedar tetangga sekitar rumah Teh Titi, tapi juga temennya-temennya-temen saya, atau sodaranya-temennya-temennya-Ayu. Mungkin adalah sekitar 20-an anak yang belajar ngaji di teh Titi. Staff pengajar juga ditambah, teh Titi juga ngajak adik-adiknya dari Dayeuh Kolot untuk ngajar kami.

Sampai akhirnya, khatam Qur'an angkatan pertama, termasuk saya yang sudah duduk di kelas 4 SD. Teh Titi sengaja membuat acara syukuran yang cukup meriah. Mulai mengundang Orang tua kami, membuatkan sertifikat, dan menyiapkan makanan yang enak-enak, sampai menyiapkan sound system segala! dan, itu semua, kita, anak-anak yang mengaji disitu gak dipungut biaya atau sumbangan apapun, GRATIS! Subhanallah..

Tapi, dibalik itu, gosip-gosip tetangga menyebar. Mereka mulai menggunjingkan teh Titi yang belum juga dikaruniai anak, padahal umurnya sudah awal 30-an waktu itu.. Teh titi pun curhat sama si Emak, dan kedengeran sama saya (nguping mode:ON).

rasanya digunjingkan pasti gak enak ya.. Tapi, di depan anak-anak ngajinya yang udah mencapai 30-an anak Teh Titi tetap ceria, seperti biasanya.

Naik kelas 6, akhirnya saya pindah rumah bersama Emak dan Abah yang akhirnya punya rumah sendiri. Alhamdulillah...
Masih satu komplek dengan teh Titi, tapi lumayan agak jauh blok-nya. Awal-awal pindah, saya masih sering main ke Teh Titi, tapi lama kelamaan saya semakin sibuk persiapan EBTANAS, tiap sore les, dan sudah jarang kesana lagi. dan komunikasi pun sudah hampir terputus.

Awal SMA, saya denger kabar kalo Teh Titi berangkat ke tanah suci, dari para tetangga lama disana. dan seperti biasa, ditambahkan embel-embel "berdoa minta anak disana". Huh! Emang kenapa sih, berdoa kan boleh aja? sirik aja mereka. Dongkol juga sama pihak-pihak yang sering bergosip itu.

Dan, subhanallah, pulang dari tanah suci, Teh Titi hamil! Semua tetangga lamanya diundang acara syukurannya, di rumah barunya di daerah GBI (dimana itu ya?). Emak dan Abah saya datang, saya ga dateng karena waktu itu lagi sekolah siang. hiks! Tapi, alhamdulillah, terakhir saya dengar, anaknya Teh Titi perempuan, lupa deh namanya. Setelah itu, Teh titi pindah ke kampung halaman Pak Abed di Tegal, dan sampai sekarang elum tau lagi kabarnya.

HAh, kangen sekali rasanya sama teh Titi dan Pak Abed..
Saya mau cari di fb, tapi gak tau nama panjangnya siapa. hehe.

terima Kasih, Teh Titi, dan Pak Abed, yang telah menyinari hati kami dengan tanpa pamrih. Semoga selalu dalm lindungan dan barokah Allah.


#true story, moment-nya pas dengan momen hari Pahlawan&Musim haji :)


Jumat, 05 November 2010

Tuhan, saya butuh bantuan untuk hati :)

Tuhanku Yang Maha Baik,
di sisa asa,dari serpihan hati ini. Saya mohonkan kepada Engkau, Ya Haadi,
berilah petunjuk yang paling baik,dan kemudian berkahilah jalan yang telah Engkau beri petunjuk itu.

ya Muqolibalqulub, Yang Maha Pembolakbalik hati, luruskanlah kembali niat saya untuk bersatu dengan sang pemilik tulang rusuk. Izinkanlah saya kembali berada di dekatnya, menjadi bagian darinya..

Ya Rahmaan
izinkan kami bersama membangun kapal yang kuat, yang tak tegoyahkan oleh gelombang mana pun, hingga tiba kami di tempat terbaik di sisiMu, Tuhanku..


Dan apabila saat ini saya belum juga ditunjukkan dengan sang pemilik tulang rusuk, partner saya dalam suka dan duka itu, hilangkanlah rasa sedih dan kecewa yang mungkin tertoreh di hati ini.
Kemudian,
Ya Sabuur,
berikanlah kesabaran, keikhlasan dan kekuatan hati, untuk menata lagi yang telah patah, mengumpulkan lagi puing yang terserak, dan menjadikan semua hal baik yang telah dilalui sebagai pembelajaran dan bekal membangun kapal impian di masa depan.

ya Rahiim, hanya kepadaMu, kupasrahkan segenap hatiku,

akan tiba saatnya,kami--- saya dan dia, yang menjadi rahasiaMu.

Halim, 51110 10:10 pm

Rabu, 13 Oktober 2010

titik-titik

Dari Anas bin Malik t, ia berkata, 'Rasulullah r bersabda, 'Janganlah seseorang darimu mengharapkan kematian karena mudharat yang dialaminya.

Dan jika harus mengharapkan kematian, hendaklah ia membaca,
"Ya Allah, hidupkan aku selama kehidupan lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian lebih baik bagiku." (HR. al Bukhari)

Minggu, 15 Agustus 2010

Tuhanku Yang Maha Pengasih,
tabahkanlah hatiku yang rapuh ini
agar aku tetap meyakini yang kutahu sebagai yang benar
ikhlas melakukan yang kutahu harus kulakukan
sabar menghadapi orang-orang yang sulit
dan tegar melampaui masalah
agar aku sampai di lembah hijau pembahagiaanku.

Tuhanku,
hatiku yang letih ini rindu istirahat dalam kedamaian.

(Mario Teguh, August 13, 2010)


*aamiin*

Sabtu, 14 November 2009

Tuhan, saya ingin berhenti mengeluh :)

Tuhan..
maafkan setiap hari saya terus menerus mengeluh dan mengeluh...
maafkan saya terus menerus mengadukan hari yang buruk, jalanan yang macet, hari yang panas, patah hati, kerjaan numpuk, teman yang usil, dosen yang galak...

Saya benar-benar ingin berhenti mengeluh dan menggantinya dengan bersabar dan bersyukur...
Setiap ada masalah, saya ingin menghilangkan kebiasaan mengucapkan D*MN, dan menggantinya dengan istighfar...
Setiap saya patah hati, saya tidak ingin menangis bombay dan menggantinya dengan banyak2 berhamdallah, karena saya tidak dijodohkan dengan orang yang tidak cocok dengan saya :)
ketika ada yang menyakiti hati saya, saya tidak ingin lagi membalasnya dengan hal yang serupa, sebaliknya saya ingin mendoakan hal-hal yang terbaik, semoga orang tersebut kemudian mendapatkan hidayah dan berkah, sehingga tidak lagi menyakiti hati orang lain...

Tuhan, setiap hari saya merengek dan meminta padaMu untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang berguna, manusia yang GemILANG, dan manusia yang kinasihan (penuh dengan cinta dan kasih sayang)...

Tuhan, terima kasih untuk kesempatan dan berkah yang Engkau berikan... Terima kasih atas semua cobaan dan masalah, yang semakin membuat saya lebih kuat lagi, lebih kuat lagi, dan lebih kuat lagi..
Bismillah Bisa, karena saya yakin dan saya pikir saya bisa!

Kamis, 12 November 2009

Surat Buat Allah ;)

Seluruh pujian dan salam cinta dari alam semesta untuk-Mu, Tuhanku.. =)

Ya Allah, terima kasih atas segala berkah, rezeki, dan limpahan kasih sayang yang telah Engkau turunkan...
Hamba yakin, apapun bentuknya hal-hal yang telah diturunkan itu... Susah, senang, kaget, berbunga, sakit, perih, sesak... adalah memang yang terbaik yang harus hamba hadapi dan lalui saat itu.. =)

Kesenangan, kebahagiaan, cinta, keberhasilan.. akan selalu mengingatkan hamba untuk senantiasa bersyukur dan berbagi pada sesama =)

Kesulitan,kepedihan, patah hati, kegagalan... senantiasa mengingatkan hamba untuk terus bersabar, pantang menyerang, tetap semangat, terus berusaha, dan yang paling penting adalah untuk benar-benar belajar ikhlas...

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar..

Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim,
Sungguh besar kasih sayang -Mu kepada hamba..
hamba yang terlumuri dosa, hamba yang sering lalai akan perintah-Mu, hamba yang sombong dan bodoh ini...
Ya Karim,
AMpunilah segala dosa hamba, terimalah taubat hamba, dan teruslah bersama hamba disini, didalam qalbu hamba... sampai tibanya waktu hamba kembali pada-Mu.. =)

Salam cinta,

Hamba Gilang Kinasihan

Rabu, 03 September 2008

Belom Berasa Ramadhan..

huhuhuh
saia jadi iri neh, kalo lagi blogwalking, terus baca2 postingannya temen2 uda pada seru-seru nyeritain Ramadhannya. Salah satunya yang bikin terharu n salut ya postingan ini. Hohoho, terharu biru, sungguh! *serius mode ON*
saia belom lulus kuliah puasa.. belum teraweh.. belom tadarus.. cry..


eniwei, ada yang bilang kalo gag puasa itu enak.. Dan sodara-sodara, the real fact is ... GAG PUASA itu GAG ENAK... tau kenapa???


#1. Gag Enak Makan
Makanan uda keburu disikat ama yang orang-orang yang kalap sahur sebelumnya. Tak jarang mereka melupakan diriku yang rajin menabung ini....
Skenario pagi dan siang hari:
Anak Ceria (AC): *baru bangun, kuterus ke dapur cari makanan, lha kosong?!?!*
Mama Ceria (MC): Gag diw, gag ada makanan. Tadi pas sahur pada rewog (Rakus-bhs Sunda).
AC: Yah.. *menuju magic jar dan.. DOEENGGG... Kosong, sodara-sodara...* Aku makan apa atuh, ma??
MC: Bikin mie aja lah *santai..* Oiya, langsung cuci piring yah semua, gapapa kan.. KAMU KAN LAGI GAG PUASA...
Sungguh, selama tidak puasa ini saia malah lebih kurang gizi dibanding orang yang puasa di rumah..


#2. Jadi Anak Tiri Pembantu
MC: Diiw....*nada melengking, gelombang ultrasonic, diduga yang mampu menahan suara jenis ini hanyalah seorang gadis baik hati bernama Gilang Kinasihan*
AC: Apa maaaaa???? *ogah-ogahan jawapnya, sudah menduga ada udang di balik bakwan...*
MC: Sini..... *suara dari arah tempat cuci*
AC: Iyaa...??
MC: Peresin nih cucian, terus kasi pewangi, terus jemur diatas... KAN KAMU LAGI GAG PUASA
Siang Harinya..
Adik Lebay bin Ajaib (ALbA): Diw, tuh kucing masup rumah.
AC: terus kenapa?
ALbA: keluarin sono...
*yoloo, sampe ngeluarin kucing aja mesti saia!!!!eek*
Sore harinya...
MC: diiw.. angkatin aqua galon.. air minum abis..
AC:Gin-Gin aja ato Rendi, kan mereka cowok *dua lelaki muda harapan bangsa yg atu adik kandung, gy asik maen game di kompie, yg satu ponakan gy asik maen PSP*
MC: Kan kesian mereka lagi puasa..
ALbA: Iah kamu gimana siih.. *set dah, pemuda jaman sekarang!!!evil huooii bangun pemuda Indonesiaaaa..!!!!!*


siipph, jadi upik abu udah!! tinggal nunggu pangeran Afgan jemputmrgreen *ngimpi siang bolong*


#3. Susah nyari tempat makan
Pada tutup.. Harus jalan ke tempat makan gede, dengan merogoh kocek lebih dalam *kok tetep gada duitnya?!?!* huhuhu, padahal cacing-cacing piaraan di perut uda berontak.
cacing 1: ayoo... kita kudeta perut si gilang ini. Kami menuntut demokrasi cacing perut. Mana makanan kami. Gilang jangan korupsi!!! *unjuk rasa*
cacing 2: mama jahat.. aku kok blom dikasi makan.. *nangis*
cacing 3: tiup lilinnya..tiup lilinnya... *lagi ngerayain ulang taun*
cacing 4: jeb..ajeb...ajeb.. basah..basah..basah..mandi madu.. *dugem a la Pantura*


#4. Gag bisa Sholat Ied..
Yap, kemungkinan ini sangat terbuka lebar.. lebih lebar dari daun kelor.. Padahal sholat ied itu kan sekali setaunsad jadi ajang gebet silaturahmi antar tetangga.. Kapan lagi ketemu tetangga-tetangga yang ganteng2 emang jarang ketemu kalo lagi hari biasa. Hummft..


Semoga.. tamunya cepat pergi, dan gag dateng dulu sampe sholat ied tiba.. huhuhu saia pen puasa.. gag mao keilangan momen... pen kurus *anggaplah salah satu hikmah dari beribu manfaat puasa*
mrgreen


Cheers!


Senin, 01 September 2008

Resolusi Ramadhan & Munggahan yang Aneh

Alhamdulillah, ketemu lagi sama Ramadhan smile senangnya... Ramadhan lagi, saia gag mao dumz masi tetep cacat mental gitu-gitu aja. Harus ada resolusi yang dijalankan!!! *backsound: lagu2 perjuangan '45*
Begitulah, resolusi ini saia susun sebagai bentuk evaluasi dan refleksi terhadap diri sendiri.
  1. Belajar (terus) sabar, dan (tetap) sabar untuk belajar.
  2. Tarawih ma sholat sunnah nya lebih ditingkatkan. *3 taun kemaren sibuk mulu di kampus jadi jarang Tarawihcry*
  3. Banyakin Tadarusnya mrgreen harus lebih dari 5 juz, gil!!!! caiyo...
  4. Buka bareng keluarga lebih sering. *Requested by mamah: Kamu kok sering banget buka puasa di luar? di rumah dong lebih sering... okei mah, saia usahakan sering buka di rumah wink*
  5. Mengurangi berGOSIP!!!!!! coolTeman2 Gosip'ers dan rumpi'ers... loph u all, hhhiiyy..
Well, gtu aja kali iah.. kalo mao nambahin silakan kasi di komen aja smile

Baidewei, saia juga punya 3 kegiatan munggahan niy. Tapi munggahan yang ini gag kaya munggahan biasanya hahaha, lebih mirip kegiatan hedonis sebelum Ramadhan daripada munggahan *oops*rolleyes

Munggah -1 : Jumat, 29 Agustus 2008 Makan2 di Black Romantic, Gelap Nyawang.
Tadinya mao bareng-bareng cecebi '04 *cewek-cewek biologi* tapi berhubung lagi pada sibuk, cuman sempet ngumpul-ngumpul aja. Hari ini hp esianya Armel ketinggalan di WC terus ilang diambil orang *hiiks, sabar iah sist...* Terus dapet kabar juga insya Allah, Ramadhan taun in bakal jadi Ramdhan-terakir-berstatus-single-to-our-lovely Rd. Mutia Ratna Puspita soalnya taon depan dya dilamar & akan menikah smile Hho, selamat iah siss.. semoga nular juga ke cecebi lainnya *termasuk saia juga redface* hihihiy..

Munggah-2: nonton Wall-E..
Akhirnya nonton juga..! *kemane aja siy gil?* well, iah2 abisna saia (sok) sibuk mulu, (sok) gag ada waktu. Hhihiy, nontonnya bareng Mucil ama Ui, minus Sisi.. padahal kita kan 4 sehat 4 sempurna mrgreen Sempet kaget juga, disaat Pennyless a.k.a bokek, dan niatnya nonton hari kerja biar murmer ternyata...
saia: Mbak, 3 orang di F5,6,7.
Mbak Bioskop (MB): Baik, untuk jam 15.00 semuanya 75 ribu
saia+mucil+Ui: Pandang2an penuh arti , ngasiin duitnya dengan lunglai *melangkah gontai*
Ui: tadi teh mood aku uda naek ternyata turun lagi, seiring dengan turunnya saldo di dompet.
Mucil: Huaa.. harga weekend
Saia: *diem aja sambil manyun*
Ternyata kita bertiga salah baca, di Ciwalk itu kan ada 2 bioskop yg atu 21, yg atu XXI. Nah, harga nomat di 21 itu sampe hari jumat, kalo XXI cuman ampe hari kamis... Hhe, tapi gag nyesel kok.. film nya oketaaah!!
[pesan moral: bacalah pengumuman tarif dengan seksama, terutama di saat keuangan anda sedang terancam pailitmrgreen ]

Munggah -3 : Minggu 31 Agustus 2008. Nge-guide Jimmy AGJ *anak Gendut Jakarta, bukan Anak Gaul Jakarta*[hhihiy, peace jim] mrgreen buat shopping!
Maigot.. pegel banget. Dari Flea Market Gedebage, sampe FO-FO di Jalan Riau ama Dago.. Itu pun c Jimmy masi pengen balik lagi abis lebaran. Semuanya berjalan lancar, kecuali komunikasi saia dan Jimmy yg kurang lancar soalnya dia ngomong keq orang kumur-kumur..
Jimmy : *blup..blup.. blurp..*
Saia: Apaan jim? ngomong apa?
Jimmy: *volume kencang* Mao kemana lagi abis ini, Giiillll????
*weqs...*
Jimmy: *blupp..blup.. kruuk... blurrp*
Saia: Ulang Jim gag jelas..?!?!
Jimmy: SET DAH BELAJAR BAHASA CINA LO!! BIAR BISA DENGERIN ORANG NGOMONG CEPET
baidewei, apa siy hubungannya bahasa Cina ama ngomong cepet?! lagian kamu tuwh bukan sekedar ngomong cepet, tapi juga keq orang-kumur2-sambil-nyelem-sambil-minum-aer-terus-tenggelem-di-Teluk-Jakarta mrgreen
Jimmy:*blup blup pluruk kukuk kukuk kukuruyuk..*
Saia: iah nanti minta dibungkus aja...
Jimmy: siapa yang ngomongin bungkus?!?!?!
*benar-benar gag nyambung kan..*



Eniwei, met puasa buat semua umat Muslim di seluruh dunia ^_^


Jumat, 13 Juni 2008

Makhluk Cahaya


Percaya gak kalo kemaren waktu aku sakit, hampir tiap malem hari ada yang 'nemenin', tapi bukan manusia... Bukan aku sok bisa ghoib, tapi biasanya aku bukanlah orang yang peka terhadap hal yang kayak gitu. Salah satunya cerita ini nih, dan catet ya, aku gak ngarang cerita ini. Ini real story of me, hari Jumat tanggal 6 Juni 2008 ekitar pukul 17.00 WIB.
Bahkan waktu panas tubuh aku 39,5C-40C aku didampingi makhluk yang gak bisa aku liat rupanya. Tapi aku ngerasa banget kalo dia ada di belakangku, ngusep-ngusep pelan kepala ampe punggung aku. Pelan banget, lembut, ambil ngebimbing aku bilang "Laa illaha ilallah" berulang-ulang.
Nah, sambil ngelafadzkan asma pengakuan tiada Tuhan selain Allah itu, aku dibawa terbang... Iya terbang ke atas, masa ke bawah. Terbangnya kerasa 'aku' ringan banget. Setiap aku dan 'makhluk cahaya' itu bersama-sama melafadzkan 'Laa illaha ilallah' (dan dia masih ngusep-ngusep kepala aku) makin tinggi pula aku terbang. Aku gak tau aku diajak kemana oleh 'makhluk cahaya' itu, tapi kalo aku liat ke bawah, aku semakin jauh ninggalin tubuhku.
Semakin aku terbang dengan lafadz 'Laa illaha ilallah' ternyata aku menuju satu tempat yang nampaknya masih jauh diatas, satu tempat yang gak bisa diliat begitu aja. Satu tempat yang terang benderang, sampai saat itu mataku perih waktu berusaha mengintip tempat terang yang maih jauh itu. Masih jauh, tapi udah bikin mata silau luar biasa.
Pelan-pelan terdengar adzan... "Allahu Akbar, Allahu Akbar" dan aku pun berhenti melafadzkan 'La illaha ilallah' untuk menjawab adzan tersebut. Tiba-tiba aku jatuh, dan aku di tempat tidurpun bangun sambil tersentak. Aku pun membuka mata dengan jantung berdebar-debar. Mataku masih perih banget, dan mengeluarkan air mata banyak. Aku istighfar berulang-ulang, sambil tetap menjawab adzan. Ternyata sudah masuk waktu maghrib.
Makhluk cahaya itu sudah tak ada di belakangku. Gak ada yang mengusap kepalaku. Kali ini aku mengeluarkan air mata kembali, menangis dan memanggil mama. Aku ceritakan pengalaman ku terbang ke arah cahaya terang kepada mama. Dan mama hanya terdiam sambil istighfar. Aku bilang pada mama, aku belum siap untuk pergi ninggalin ragaku dengan penuh dosa. Aku bilang belum mandi besar karena sakit, belum suci untuk sholat. Mama pun segera wudhu, sholat, berdoa, kemudian melantunkan asmaul husna di telingaku.
Mama mengambil termometer, mengukur suhu tubuhku, 39,8C. Aku pun disuapi makan, minum obat, dan ditungguinya sampai papap datang dari Jakarta.
Entah apa yang terjadi kalo gak ada adzan itu, entah aku udah dimana kalo aku gak menjawab adzan maghrib itu. Semua ada waktunya, kan. Mungkin malam itu bukan waktuku untuk melakukan perjalanan terbang sesungguhnya dengan sang makhuk cahaya.
Dan siapakah makhluk cahaya itu? Allahu alam Laa haula wala quwwata illa billah

Senin, 26 November 2007

Jawaban dari kekecewaan...


Semua orang pasti pernah mengalami kekecewaan dalam perjalanan hidupnya. Entah tu kecewa ma ortu waktu kita gak dibeliin mainan, kecewa ma temen yang ngejelek-jelekin kita di belakang, kecewa ama ibu kantin, mang angkot, pacar… Kekecewaan itu bisa muncul kapan aja, dimana aja, dengan alas an satu, yaitu tidak terpenuhinya keinginan kita.

Yah, semua orang bisa gampang aja bilang, relain, ridhoin, ato apapun itu. Tapi nampaknya buat orang selevel Gilang Kinasihan, dengan sifat keras kepala, kebawa perasaan, ma gak mau kalahnya itu, sulit sekali untuk dilakuin. Hiks, Tapi kalo inget teladan Nabi dan Rasul SAW ato kisah-kisah sejati, hati gw kembali terenyuh.

Plus setelah baca koleksi buku “Radikusmakankakus” yang baru. Bayangin aja, orang sekocak Raditya Dika aja sempet termenung, apa sih tujuan hidup? Apa itu Hidup? Bahkan gw aja yang S1 nya Biologi (bio=hidup, logos=ilmu) masih sering bertanya apa arti hidup sebenarnya.

Buat apa sih hidup? Ngumpulin harta sebanyak-banyaknya kah? Terus beribadahkah? Berperang? Saling menjatuhkan? Cinta? Balas dendam? Yang pasti sih tujuan orang tetap bertahan hidup berbeda. Terus gimana ma orang yang gak mau hidup? Apakah karena tujuan hidup ato keinginan nya yang gak terlaksana? Balik lagi ke masalah kecewa kah?

Yup, gw akuin, gw termasuk ke daam kaum yang masi sering kecewa akan jalan yang diberikan Tuhan. Padahal gw sendiri tau kalo Tuhan itu pasti jauh lebih tau apa yang terbaik buat gw di masa kini, masa lalu, dan masa depan. Pasti banyak hal yang akan gw syukuri di masa depan dengan jalan seperti ini, dan sekarang gw makin yakin akan hal ini. Terbukti dengan pengalaman gw (dalam hal relationship).

Kalo aja dulu “EF” gak ngeduain gw, mungkin sekarang dia gak jera buat terus maenin perasaan cewek. Alhamdulillah, skarang dia jauh lebih baik, lebih setia ma ceweknya. Bukan gw yang ngerasa berjasa banget, tapi waktu itu “EF” nyesel, minta maaf, dan janji ke gw (dan mungkin pada Tuhan dan dirinya sendiri) untuk gak maen-maen dengan perasaan orang lagi. Dan, jadilah “EF” sekarang, cowok yang setia dan bekerja keras ngumpulin ‘bekal’ untuk cewek yang mendampingi dia sekarang. Aah, so sweet....

Contoh laen, kalo aja si “IM” gak ninggalin gw, mungkin sekarang gw terjebak dalam lingkaran setan. Bisa jadi hari ini gw mendekam di dalam dinginnnya sel penjara karena ugal-ugalan bersama gerombolan geng motor. Lebih buruk lagi, gimana kalo gw dan keluarga gw yang kena ‘damprat’ anggota geng motor rivalnya? Amit-amit...

Kalo gw dan “AI” gak putus dengan alasan yang ga jelas saat itu, mungkin gw gak akan lulus SPMB, karena asik pacaran dan maen. Mungkin aja ortu gw bangkrut abis gara-gara bayarin pulsa telepon rumah yang sering gw pake telpon dya malem2. Hihihihihi...

Kalo “DAW” gak nyuekin gw waktu itu, pasti sekarang gw jadi cewek yang luar biasa manja dan gak mandiri. Gw akan terus-terusan jadi cewek egois yang gak bisa mikirin perasaan dan kepentingan orang lain.

Kalo “GW” gak mutusin hubungan ma gw, bisa-bisa gw mati muda. Hahahaha! Mati cemburu, karena alasan yang gak bisa gw terima dan ga gw mengerti saat itu. Bisa seumur hidup gw jadi cewek tolol dengan perilaku aneh, gak elegan, dan gak ada empati. Gw gak akan belajar untuk memahami perasaan dia, juga perasaan orang lain.

Yah, inilah jawaban untuk menimpali rasa kecewa dan keluhan yang gw sampein ke Tuhan. Emang DIA yang Maha Tahu apa2 yang terbaik buat gw dan kita semua.

Sekarang gw jadi sering mengucap Alhamdulillah atas jalan yang tlah Tuhan kasih.

Jalani dengan sebaik-baiknya, tulus, ikhlas, dan apa adanya. Terima kasih Tuhan...!

Sabtu, 29 September 2007

Kini

Sept 29 2007

Kini,
Aku tidak akan mengeluh lagi...
Aku tidak akan bertanya-tanya kenapa begini, begitu, mesti begini,

mesti begitu...
aku tidak akan mau untuk terus penasaran dan mencari jawabannya dari

manusia...
Aku tidak akan menunggu lagi kamu, sesuatu yang benar-benar blur,

penuh ketidakpastian...
Aku tidak akan menggantungkan asa dan harapan pada siapapun itu...
tidak akan terjadi lagi...
Aku tidak akan mudah percaya pada siapapun lagi...


cukup dengan Tuhan berikan ku teguran keras, keras sekali...
buah yang kini ku dapat dari semuanya
adalah suatu kesuraman, kejatuhan, kepahitan...
dan aku merasa sakit, wahai Sang Maha Penyayang...
sekarang ku sangat tahu rasanya...
terimakasih, kata yang mengalir tulus lewat hati seorang hamba...


dan waktu pun akan terus bergulir,
tak peduli aku menangis, atau kamu bahagia...
tak peduli aku yang dulu selalu menanti sesuatu yang sia-sia, pada

akhirnya...
ku tegaskan kembali : SIA-SIA
tapi tak berarti NIHIL
karena ini pelajaran sekaligus pengalaman yang berharga
ku tegaskan kembali: AMAT BERHARGA

aku akan menyayangi diriku sendiri, keluarga, dan sahabatku dengan

sebaik-baiknya...
aku akan terus melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya...
aku akan terus memperbaiki kesalahan-kesalahanku...
Segera, aku akan menjadi orang yang jauh lebih baik,
dari kemarin dan hari ini...

Hingga hari itu tiba,
seseorang itu tiba, ya... dialah...
orang yang tepat di saat yang tepat...
walaupun aku tak berharap segera, tak tahu siapa...
tak bertemu di dunia pun tak apa...
Tetap ku jalani semua dengan satu keyakinanku...
keyakinan pada Sang Maha Pencipta...

Rabu, 29 Agustus 2007

hidup tu...

mmm...

makin berat aja neh omonganku. Abisnya tiap malem, sore, siang, pagi pasti aja kepikiran. Dalam hidup tu gak ada waktu yang salah. Makanya kejadian itu bisa terjadi dan ada, ga lain karena kehendak Allah dan ridhoNYA tentu saja.. hualah2... ternyata setelah perjalanan hidup 20 tahun 8 bulan 6 hari ne aku baru sadar *weqs!*

yab... kata2 orang kaya "timing-nya gak tepat" ato "kamu datang pada saat yang salah" ato "saat ini bukanlah waktu yang tepat" kata2 yang menimpakan kesalahan kepada waktu adalah benar2 salah...

semua momen itu benar, dan yab...terjadi karena memang rencana ALLAH atau emang karena kita sendiri yang membuatnya terjadi seperti itu (NB: masi ada campur tangan NYA)... tinggal gimana kita menghadapinya, me-manage-nya dengan baik dan sebaik-baiknya ;)

terimakasih ya ALLAH udah kasih kejadian2 yang selalu bikin aku jadi terus menggunakan koordinasi otak kiri, otak kanan, intuisi, hati, mata, dan telinga...

*tunjukkanlah aku ke jalanMu yang benar, jangan pernah lepaskan aku dari pengawasanMu di dunia yang fana ini...*

Laa haula wala quwwata illa billah

Kamis, 23 Agustus 2007

Syukur...

Alhamdulillah, ampe saat ini masih dikasi kesempatan buat hidup, bernafas, makan, minum. Seneng deh... baik banget Sang Pencipta sama aku :)

aku dikasi cobaan2 yang bikin aku semakin kuat. Meski awalnya bertanya2, "kenapa Ya Allah mesti aku yang mengalaminya?"
semakin lama aku semakin sadar, betapa besar cintaNYA mengalir. sebegitu melimpahnya, Terimakasih ALLAH :)

Aku sadar, cintaku untuk makhluk apapun di dunia ga boleh lebih besar dari cintaku kepadaNYA. ALLAH Maha Pencemburu :)
Aku juga sadar, ga ada satupun makhlukNYA yang bisa dijadikan sandaran dan tumpuan harapan kecuali DIA. Ya Allah, maafin gilang selama ini _(--)_

Tetaplah bimbing aku ke jalan yang benar, karena sesungguhnya hanya KAU Yang Maha Mengetahui apa-apa yang baik dan terbaik untukku...

Laahaula wala quwwata illa billah...