Minggu, 27 Maret 2011

bikin logo

assalamualaikum!
wah hati saya senang dan berbunga-bunga. akhirnya saya bikin logo buat usaha keluarga saya :D
setelah mondar-mandir, bolak-balik, jungkir balik, tiger sprong, kayang *stop lebay-ing!* dan mencoba segala macam perangkat macem paint, corel draw, dan apa lah itu yang ada di komputer ini *gak apal saking gapteknya*. hingga akhirnya... eng ing eng... tidak menghasilkan.. hahahaha..
alah, saya ini memang tidak kreatip.

tapi, terima kasih Tuhan, alhamdulillah ya Allah, segala puji memang ditujukan pada-Mu,
sahabat saya yang cantik jelita sepanjang masa tapi udah jadi istri orang, Mucil ngasi tau ada tempat yang bisa bikin logo oke. dan yang paling mengharukan, mencengangkan, dan menarik perhatian saya, mereka lagi bagi-bagi logo gratis.. yihaaa!
horeeeee...dapet logo oke, gratis pula... many many thanks to desain ginding

ayo, teman-teman..silahkan buka www.desainginding.com terbatas hanya cuma buat 100 logo, dan terakhir saya liat websitenya, hanya tinggal 45 logo lagi....

dan ini dia logo yang desain ginding buatkan untuk saya..jreng jreng jreeeeeeng!
jl. Ir. H. Juanda (Dago) no. 109 Bandung
hurraaaay!


Rabu, 23 Maret 2011

Tidak Nyaman di Zona Nyaman

Assalamualaikum!
Oh how I miss my blog sooo much :*
Alhamdulillah saya masih dikasih kesempatan untuk terus bersibuk-sibuk ria mencari nafkah :)
Syukurlah, hidup saya saat ini bisa dibilang nyaman. Saya punya pekerjaan yang saya sukai, usaha yang saya impikan, dan orang-orang yang menyayangi saya dengan tulus hati.

Tapi, tapi, tapi...
Saya merasa gak nyaman di zona nyaman itu. Saya merasa perlu ada pembenahan, apaaaaa...gitu. Bukan, bukan berarti apa yang sudah saya miliki sekarang kurang,. Tapi, saya ingin ada suatu gebrakan baru. Yang bisa membuat saya maju beberapa langkah ke muka. Yang membuat saya bisa lebih mengembangkan diri. Juga membuat saya membahagiakan orang-orang yang sayang dan saya sayangi tentunya :)

Setiap hari, saya melihat ratusan lembar naskah buku mentah. And you know what? Dari sekian banyak naskah itu, tulisan yang (benar-benar) bagus itu sedikit banget. Lebih heran lagi, naskah-naskah itu nantinya bisa terbit menjadi buku yang bagus. Cerita oke, settingnya menarik, bahasanya baik. Tentu dengan royalti yang menggiurkan! Wew! Kalo begini caranya, saya juga bisa, pikir saya dalam hati.

Sebenernya saya sangat nyaman sekali dengan pekerjaan saya sekaranag. Bisa baca buku yang belom diterbitkan, bisa banyak pengetahuan yang saya timba karena setiap hari pengetahuan saya bertambah, dan juga bisa dapet buku gratis. Tapi..ada yang mengganjal di zona nyaman ini. Justru saya merasa tidak nyaman di sona nyaman ini kalo saya terus menerus diam gak melakukan apa-apa dan puas dengan pencapaian saya kali ini.

Balik lagi ke pembenahan. Oke, emang lebih gampang ngomong berkoar ke sana ke mari daripada pembuktian. Pembuktian dan realisasinya, gampang-gampang susah. Saya punya cita-cita baru. Jadi penulis. Gak baru juga sih, saya suka menulis dari zaman SD. Dimulai dari diary bersampul depan sailormoon dengan tulisan ceker ayam. Saya gak mengada-ngada. Sampe sekarang diary itu saya simpan. Ntar kapan-kapan kalo gak malas, saya potoin deh.

Saya mulai tergila-gila sama novel Lupus, Olga dan Sepatu Roda, Goosebump, Lima Sekawan dari SD.Waktu SMP, selera saya agak bagusan dengan dikenalkannya saya kepada novel-novel Mira W. oleh sahabat baik saya, almh. Khairunnisa Sitompul. SMA, saya mulai kenal dengan Ninit Yunita, Icha Rahmanti, Meg Cabot, dan ratusan novel teenlit lainnya. Kuliah, saya tergila-gila novel Jomblo-nya Adhitya Mulya, Kambing Jantan-nya Raditya Dika, Drunken Master-nya Pidi Baiq, dan novel-novel dudul lainnya. kadang, kalo lagi kesambet, ya saya baca tulisannya Ayu Utami, Dewi Dee Lestari, Pramoedya Ananta Toer, Happy Salma, dan teman-temannya.

Bukan sombong, bukan ria. Bukan senang riang gembira pula. Begitu banyak buku yang saya baca, dulu. Begitu banyak pula naskah mentah yang saya baca, sekarang. Loh kenapa emang? Emang kenapa loh?
Saya pengen jadi penulis beneran. Beneran nulis, dan beneran pengen jadi penulis. Huaaaa *merengek sama Tuhan.

Tinggal ikhtiar dan realisasinya nih! Bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar! Ayo semangat, yang rajin yah gil..jangan m*l*s hihihihi.
Amiin, amiin, amiin ya Allah amiin (worship)

Bikin buku yang banyak dan punya perpustakaan sendiri!

wassalamualaikum!

Sabtu, 12 Maret 2011

lagi lagi cinta

cinta.
topik ini selalu hangat dibicarakan, di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja. bahkan murid saya dulu yang masih duduk di bangku SD sudah dengan fasihnya bicara tentang cinta.

kenapa, Gil kok tentang cinta?
ya gapapa. seru aja malam ini bacain status orang-orang di facebook dan plurk yang kebanyakan tentang cinta.
entah itu dalam artian saya jatuh masuk ke dalam perasaan cinta,
atau, bisa juga jatuh karena cinta.

saya pun pernah mengalami keduanya
fall in love. jatuh ke dalam perasaan cinta
dan fall out of love. kehidupan saya jatuh karena kehilangan cinta.

dua-duanya asyik untuk dinikmati. sama-sama menyenangkan dan sama-sama bikin nelangsa. 
I heart you cenat cenut

jangan kira jatuh cinta itu enak doang. suka sama seseorang dan kemudian kangen tiap hari berbunga-bunga. gak juga. kangen itu menyiksa, menyiksa psikis dan pulsa (menurut konsep ekonomi). coba diingat lagi, berapa pulsa yang kalian keluar kan untuk meng-SMS atu menelepon sang pujaan hati tiap harinya? apakah sebanyak sedekah dan infak yang kalian sudah keluarkan?
cinta juga kadang membutakan semua hal. kalo kata orang, cinta bisa bikin tahi ayam rasa coklat. ini kata orang lho, saya sendiri belom pernah dan gak mau pernah ngerasain rasanya tahi ayam meski saya sedang jatuh cinta sekalipun :p

jatuh cinta menyita pikiran dan perhatian kita. ya, gak? tiap dengerin lagu ini, keingetan si dia. tiap liat itu, inget si dia, tiap makan apa, inget si dia, tiap ke kamar mandi keluarnya dia (loh?!). mau kerja, gak konsen inget mukanya. mau tidur gak bisa langsung tidur keingetan terus suaranya.coba diinget lagi, seingat itukah kita pada orangtua kita? pada Tuhan Sang Pencipta kita?

dan... jatuh karena cinta juga bukan hal yang semengerikan itu. sakit memang. perih memang. nelangsa, pasti. tapi satu hal yang pasti, kita pasti mampu melewati seburuk apa pun rasa perih itu, dan semua akan baik-baik saja. jangan takut jatuh karena cinta, karena setiap ada kejatuhan, pasti kita akan bisa bangun dan bangkit kembali :) bahkan bisa melonjak dengan lebih baik lagi.

kalo kata oom mario teguh, jatuh cinta itu menyenangkan, ada hasrat yang menggebu dan ingin selalu bersamanya, ya...karena itulah gunanya cinta. untuk menyatukan dua insan yang berbeda dan terpisah awalnya, untuk mau bersatu membentuk suatu keluarga. dan perasaan itu lambat laun (palingan 3 bulan kata oom mario) akan segera pudar. dan sebelum pudar inilah, komitmen untuk membangun rumah tangga harus bisa dibangun, minimal direncanakan.

berani jatuh cinta, berani juga untuk jatuh karena cinta. jatuh karena cinta membuat kita belajar dari pengalaman pahit, introspeksi diri, dan memungkinkan datangnya kesempatan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Tuhanlah yang tahu orang yang baik untuk kita. Kita hanya bisa berusaha, menjalani skenario-Nya, dan berdoa.

ahh..saya rasa saya mulai menikmatinya. jatuh cinta dan jatuh karena cinta :D

ps. jatuh cintanya jangan melebihi jatuh cinta kepada Allah Swt. yaa
dan jatuh karena cintanya jangan melebihi jatuh dari atas monas (lah..)
yang sedang-sedang saja. plis deh JANGAN LEBAY


gambar dari sini

Kamis, 24 Februari 2011

the new challenge(s)

"jangan pernah cepat merasa nyaman, neng.." (Mr. Abdul, 2011)

saya jadi teringat sama salah satu wejangan dari (salah satu orang yang saya anggap) orangtua saya di kantor. yup, jangan pernah (cepat) merasa nyaman dan aman akan sesuatu! dunia ini berputar cepat, bahkan kadang lebih cepat daripada yang bisa kita bayangkan. hari ini banyak duit, beberapa jam kemudian bisa aja terseok-seok gak bisa makan. who knows? wallahualam.

utamanya dalam hal yang berhubungan dengan kehidupan. saya sangat setuju kalo rasa nyaman dan aman itu sifatnya hanya sementara. bahkan bisa aja jadi red alert  buat kita segera memperbaiki performa sebelumnya.

sama halnya kayak bisnis. alhamdulillah, saya sedang menjalani bisnis yang relatif nyaman sekarang ini. untuk beberapa orang yang hanya melihat "permukaannya" saja ya seperti itu adanya.

tantangan pasti ada, yaa namanya juga hidup. hidup itu serangkaian masalah dan tantangan-- plus solusinya kan?
melompatlah dengan jarak lebih tinggi daripada jarak kamu terjatuh!

berdasarkan pengalaman saya sekarang dan bisnis-bisnis sebelumnya, tantangan bisnis itu saya kelompokan menjadi dua kategori.

kategori pertama adalah tantangan eksternal, yaitu tantangan bisnis yang berasal dari luar diri pebisnis. Bisa jadi dari mitra bisnis yang mangkir, supplier bermasalah, permodalan macet, pegawai, turunnya daya beli, dan lain-lain. Kalo disebutin satu per satu emang faktor tantangan ini paling banyak contohnya, juga paling sering muncul dan menjadi keluhan buat para pebisnis, terutama yang sedang membangun bisnisnya.

kategori kedua adalah tantangan internal, yaitu tantangan yang berasal dari dalam diri pebisnis. Meliputi masalah mental pebisnis. you can if you think you can, and you can't if you think you can't. hal ini juga yang akan mempengaruhi optimisme, antusiasme, dan ketekunan dalam menjalankan bisnis. meski gak semua orang mengeluhkan tantangan internal ini, tapi toh sudah banyak terbukti para pebisnis, motivator, dan bahkan artis (tetep contohnya artis!!) yang berhasil itu adalah yang memiliki mental pemenang. mental para juara.

memang, saya sendiri pun belom 100% maksimal mengatasi kedua tantangan tersebut di atas. tapi saya akan terus coba dan coba. kondisi nyaman yang saat ini saya rasakan sudah menandakan bahwa saya harus melakukan suatu lompatan untuk "naik level" lagi.

mengutip pernyataan Rasulullah saw berikut.
 Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin (masa lalu). Dalam kalimat yang lain juga berarti orang beruntung adalah orang yang kehidupannya saat ini lebih baik, lebih berkualitas dibandingkan dengan kehidupannya di masa lalu. Untuk mendapatkan alur hidup seperti ini dibutuhkan kecerdasan dan ikhtiar yang terarah, sungguh sungguh dan terus menerus. Kehidupan tidak cukup diserahkan kepada alam. Manusia harus melakukan rekayasa untuk mengolah lingkungan sekitarnya dalam rangka memperbaiki kualitas dan taraf kehidupanya.
Orang yang merugi adalah mereka yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin (masa lalu) atau hari kemarin (masa lalu) lebih baik dari pada hari ini). Dengan kalimat yang lain juga berarti bahwa orang yang merugi adalah mereka yang memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik di masa lalu tetapi tidak dapat mempertahankanya dan meningkatkannya sehingga kualitas hidup tersebut menjadi hilang, dan berganti dengan kehidupan yang buruk atau rendah kualitasnya. Alur kehidupan seperti ini dapat disebabkan oleh kesalahan manusia sendiri yang tidak melakukan ikhtiar terarah, dan berkesinambungan; atau mungkin juga disebabkan oleh faktor alam yang merusak kehidupan manusia seperti musibah, dan  bencana alam.
Orang yang lalai adalah orang yang keadaannya hari ini (sekarang) sama dengan atau tidak ada perbedaan dengan hari kemarin (masa lalu). Dengan kalimat yang lain juga berarti bahwa orang yang lalai adalah mereka yang tidak membuat perubahan dalam hidup, sehingga kualitas kehidupannya sekarang sama dengan masa lalunya. Tidak ada perubahan. Mereka tidak pernah melakukan inovasi, dan terobosan besar dalam kehidupannya.

jatuh bangun itu hal biasa. yang menjadikan luar biasa adalah, kembali bangun dan berlari setelah terjatuh! (mine, 2010)

tetap semangat!

sumber gambar dari sini
kutipan dari sini

Jumat, 11 Februari 2011

keep on movin', baby!

my past


soon! ;D *amin*

ngimpi dulu ah..
c u soon, prince charming!
cheers!

sumber gambar dari sini dan situ