Senin, 10 Januari 2011

Berikan Saya Rahim Sekali Lagi

Kebayang gak apa yang akan terjadi sama seorang wanita kalo dia terpaksa kehilangan rahimnya?Kisah ini benar-benar menginspirasi sekaligus memotivasi diri saya. Hidup itu memang rangkaian masalah, yang harus diperjuangkan *nangis terharu di pojokan*.


Kenyataan pahit ini adalah kisah nyata saya sendiri. Dokter ahli kandungan terpaksa mengangkat rahimku karena telah bersarang myoma yang cukup akut. Seketika itu juga saya merasa limbung dan dunia akan runtuh. Saya tidak sanggup membayangkan harus kehilangan mahkotaku di umur 29 tahun ini.

Sampai suatu hari, Allah Swt. membuatku sadar dengan musibah tsunami di Aceh pada Desember 2004. Saya sangat syok ketika kapal dengan berat ribuan ton bisa sampai tersapu dari lautan ke tengah kota, dan begitu banyak korban yang jatuh akibat besarnya gempa dan tsunami waktu itu. Allahu Akbar! Allahu 'ala kulli syai'in qodiir! Sejak kejadian itu, saya berpikir, mengapa harus takut kehilangan rahim, sedangkan rahim itu juga kepunyaan dan ciptaan Allah Swt.?

Jika pengangkatan rahimku memang sudah menjadi ketentuan-Nya, saya pun ikhlas menjalaninya. Akhirnya di awal 2005, saya menjalani operasi pengangkatan rahim dengan kemantapan hati. Sebelumnya, saya menyelesaikan semua pekerjaan saya dengan baik karena siapa yang tahu umur saya sampai dimana? Setidaknya jika saya harus mati ketika operasi, saya telah memenuhi segala tanggung jawab saya dengan baik.

Tanpa disadari, sebulan setelah operasi saya menjalani kehidupan dengan penuh kepasrahan. Sejak saat itu, saya tidak lagi mengalami menstruasi. Saya benar-benar kehilangan harapan untuk memberikan adik perempuan kepada anak semata wayangku.

Tak bisa dipungkiri, kehilangan rahim membuat saya merasa sangat tidak berarti di depan suami saya. Ketika kakak lelaki atau kerabat-kerabat saya bertanya tentang kemungkinan untuk memiliki anak lagi, saya merasa sangat terpukul, tapi saya tetap percaya Allah bisa.

Setiap selesai salat, dalam doa saya bermunajat "Ya Rabb, tidak ada yang tidak bisa Kau lakukan untuk menyempurnakan kembali kekurangan fisikku. Amin." Saya berdoa sambil membayangkan tayangan televisi tentang tsunami Aceh, dan sangat mudah bagi-Nya untuk mengembalikan kondisi Aceh seperti sedia kala, jika Ia berkehendak.

Dua bulan kemudian, keajaiban pun terjadi. Subhanallah, saya menstruasi! Saya segera menemui dokter kandungan. Menurut dokter karena rahimku telah diangkat tidak mungkin itu merupakan darah menstruasi dan saya tetap tidak mungkin untuk hamil. Saya pulang dengan sangat bersyukur atas karunia yang Allah berikan. Saya terus berucap "Wallahu'ala kulli syai'in Qadir."

Saya menjalani hari-hari dengan penuh kesyukuran, sampai suatu hari haid saya terhenti. Saya merasa sedih dan bertanya-tanya, apakah sudah waktunya saya tidak seperti wanita kebanyakan? Saya kembali memeriksakan diri ke dokter, dan kamu tahu pembaca? Air mata saya berlinang ketika dokter mendiagnosis saya positif hamil!Subhanallah. Dari hasil tes urin dan USG menunjukkan saya sempurna lagi tanpa adanya tanda-tanda pernah mengalami penyakit. Allahu Akbar. Ya Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Mu.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah

kisah dari ESK- Indonesia


Sumber Majalah UMMI, disarikan dari sini
gambar dari sini



3 komentar:

Yushie mengatakan...

aku merinding bacanya gilaangg,
subhanallah, indah sekali caranya menjawab doa hamba-Nya yang tak henti bersyukur atas segala nikmat-Nya.
mari kita lebih bersyukur lagi atas segala sesuatu yang sudah kita dapatkan sampai detik ini.
"Bila kita bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat kita" :)
ganbatte!

Gilang Kinasihan mengatakan...

@Yushie: aku juga yushie.. Subhanallah.. saya suka banget sama kisah ini. Mengingatkan saya pentingnya bersykur, berikhtiar, dan bertawakal :D
mari ganbatte!

gilang mengatakan...

Subhanallah,,, Allah Maha kuasa Atas Susuatu, Tidak ada yang Mustahil bagi Allah, merinding bulukunduk saat membaca ni...
sekarang g akan putus asa dan menyerah lg ahhh.. pasti ada jalan di balik dinding kesulitan, dan pasti Allah memberikan yang terbaik buat hamba-Nya,