Hari ini, sahabat saya dari smp, risty tiba-tiba meng-SMS.
"Gil, doain gw ya, gw mau nikah."
Saya pun segera mengetikkan balasannya.
"Alhamdulillah, barakallah say... jadinya kapan?"
message sent. delivered.
beberapa menit saya tunggu, belum pula ada balasannya.
anyway, hari ini saya ada interview akhir dengan salah satu perusahaan. jadi saya gak punya banyak waktu untuk menunggu SMS balasan dari sahabat saya itu *sok sibuk banget*.
dan, beberapa jam kemudian barulah risty membalas SMS saya.
"Doain ya sis, segera setelah ngumpul uangnya."
Doeeeeeng! saya gak tau apakah ini trik dya untuk merahasiakan dulu kapan tepatnya, atau memang masih belom akan menikah. poin saya adalah, sebegitu besarkah biaya yang dikeluarkan untuk suatu pernikahan?
dan jawabannya adalah, yes.
yes, kalo kita mengadakan RESEPSI heboh di tempat paling oke, katering paling mahal, make up artist yang biasa ngedandanin sandra dewi. [fyi, kalo orang cantik mah didandanin sama siapa aja juga pasti bakal cantik and vice versa :p.]
saya jadi ingat beberapa kasak-kusuk yang sering saya dengar sebelum atau setelah pernikahan berlangsung. Kalo si anu nikahannya nyampe 150 jutaan, si itu nikah cuman 100 jutaan, dan si ini nikah sampe 500 jutaan.
wew.
dan saya?
10 juta pun saya belom tentu punya.
kalo begitu caranya mewujudkan the dream wedding, kapan saya nikahnya? *nyakar-nyakar dinding*
saya pribadi sih, kalo emang udah ditunjukkan orang yang tepat untuk menikah, maka menikahlah. gak usahlah terbebani segala macam tetek bengek tentang hari H pertama kali disatukannya dua insan dalam ikatan pernikahan *tsahhh, bahasanya..*
bukan saya menggampangi pernikahan itu seperti apa, bukan pula menggurui. toh saya sekali pun belom pernah menikah.
hanya saja, my dream wedding is..simply best. gaun yang cocok saya pakai, make up secukupnya, undangan yang benar-benar saya dan keluarga kenal sehingga suasana lebih intimate dan kekeluargaan, dan riuh tawa dan doa dari anak-anak yatim :)
sedangkan my dream marriage is... pasangan saya bisa menerima dan memahami betul apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan saya, dan sebaliknya; pasangan dan saya bisa saling bekerja sama membentuk dan mempertahankan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahamah; saya dan pasangan bisa saling mendukung, menguatkan, mengisi, dan melengkapi satu sama lain; dan saya punya pengharapan lebih kepada pasangan untuk tidak membatasi atau menghalangi saya untuk terus berkarya dan mengembangkan diri.
![]() |
| nanti gimana? |
you know, masih panjang jalan yang harus para pasutri itu menjalani hidupnya. banyak lagi beban, suka, dan duka yang akan menunggu di depan hari-H-nya itu. lalu apalah artinya acara pernikahan sempurna, tanpa sempurnanya "pernikahan yang sebenarnya" yang seharusnya lebih matang untuk kita persiapkan?
weleh saya jadi curhat abis-abisan :p

3 komentar:
ihiwww...
mbak gilang ternyata pengen nikah juga toh.. ta kira?? :D
hmm... menikah karna ibadah. mantabzz... tak perlu riuh riuh pesta pernikahan. yang terpenting adalah doa dan restu keluarga, orang tua, kerabat, sanak saudara.
Semoga bisa sampai ke tahap sana yaa mbak.. amin.. ^_^
setuju gilang!
urusan jodoh emang gada yang tau.. apalagi perempuan berkualitas dan pekerja keras kaya kita ini dijamin banyak yang nyari.. *mana buktinya manaaa!!!* ahahaha.
Posting Komentar